Jakarta, infoDKJ.com | Malam itu, RR hanya ingin menikmati udara dini hari di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Duduk santai di pinggir jalan, ia tak menyangka akan menjadi korban salah sasaran dalam aksi brutal dua kelompok remaja yang terlibat tawuran.
Sabtu (29/3/2025) dini hari, suasana mendadak berubah mencekam. Dua kelompok pemuda tiba-tiba saling serang di jalanan, lengkap dengan senjata tajam di tangan mereka. RR yang saat itu hanya duduk menyaksikan dari kejauhan, sontak merasa takut dan memutuskan untuk menyelamatkan diri.
Namun malang tak dapat ditolak. RR justru menjadi target serangan. Ia dikejar oleh sejumlah pelaku tawuran, lalu dihajar tanpa ampun. Bahkan, dua jarinya — jempol dan telunjuk — harus hilang akibat sabetan senjata tajam.
“Korban merasa takut lalu lari untuk menghindar, namun malah tertangkap dan dianiaya. Akibatnya, jempol dan telunjuk korban putus,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (4/4/2025).
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku tawuran yang menyebabkan luka berat pada korban.
Tragedi yang menimpa RR menjadi pengingat bahwa aksi tawuran tidak hanya merugikan para pelaku, tapi juga dapat menghancurkan hidup orang yang sama sekali tak terlibat. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan aparat diminta bertindak tegas demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
(Alfi)