Jakarta, infoDKJ.com | Rabu, 2 April 2025
PERIODE MADINAH
PEMICU PERTEMPURAN PERANG BADAR
Perang Badar Kubra Peperangan Islam Pertama yang Menentukan kelanjutan Syiar Islam
KISAH RASULULLAH ﷺ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد
Kafilah Quraisy Melewati Jalur Syam dan Makkah Arab
Ramadhan tahun ke 2 Hijrah. Sebuah kabar diterima Rasulullah saw saat fajar menyingsing, ada seseorang pembawa berita: Ada sebuah kafilah yang berjumlah 40 orang yang di komandoi Abu sofyan membawa barang dagangan, antara lain palawija, anggur keringdan pakaian serta bauah-buahan milik Quraisy dalam perjalanan dari Syam menuju Makkah.
Berita itu segera ditanggapi Rasululah saw. Beliau memerintahkan kaum Muslim (Muhajirin dan Anshar) untuk siap siaga menghadang kafilah tersebut.
Sekitar 317 prajurit (86 Mhajirin, 61 dari Aus dan 170 dari Khazraj) berkumpul dengan membawa oerlengkapan seadanya. Dengan 2 ekor kuda dan 70 unnta yang dinaiki secara bergiliran oleh dua atau tiga orang.
Muncul pertanyaan. Mengapa Rasulullah saw hendak menghadang kafilah itu ?. Itu karena harta-harta tersebut sebenarnya adalah milik kaum Muhajirin, yang terpaksa ditingggalkan di Makkah agar mereka diizinkan pergi hijrah ke Madinah.
Kaum Quraisy sengaja membiarkan kafilah yang membawa barang banyak hanya dikawal oleh 40 orang, kkarena mereka menganggap sebagai pemimpin suku-suku Arab sehingga tidak ada yangngerani menghadang kafilahnya.
Pasukan Islam bergerak ke Badar
Pasukan Muslim segera berangkat menuju badar, sekitar 155 km kearah barat daya Madinah. Badar adalah sebuah daerah yang dikelilingi gunung-gunung tinggi, ini adalah jalan utama kafilah antara Syam dan Makkkah._
Peringatan dari Makkah
Kabar bergeraknya kaum Muslim dari Madinah ke badar diterima Abu sofyan yang saat itu ia tidak berada jauh dari Badar. Dia lalu mengarahkan kafilahnya menjauhi badar dan meninggalkan jalan menuju Badar._
Abu Sofyan Lantas menyewa Dhamdhan bin amru untuk memberi kaum Quraisy di Makkah tentang pergerakan kaum Muslim. Setibanya di Makkah dia langsung berseru_
Wahai sekalian kaum Quraisy-
kafilah….
kafilah….
Harta kalian yang di bawa Abu sofyan telah diambil Muhammad
Mendengar itu kaum Quraisy langsung berkumpul sebanyak 1.000 orang
Pasukan Quraisy juga bergerak ke Badar
Kaum Quraisy berkumpul di Ka`bah berjumlah 1.300 orang. Ketika sampai di Juhfah , Tibalah surat dari Abu Sofyan bahwa dia selamat dan menyuruh dan menyuruh mereka kembali ke Makkah.
Setelah di nasehati oleh oleh salah seorang cerdik pandainya untuk Kembali, namun Abu Jahal tidak suka karena keangkuhannya. Dia bangkit dan berkata Demi Latta dan Uzza kita terus tetap berangkat menuju Badar, menetap disana selama 3 hari untuk membinasakan Muhammad dan pengikutnya
Kaum Quraisy berangkat dengan luapan amarah. Mereka menyimpan dendam kepada nabi saw serta para sahabat yang hendak merampas dan membunuh kafilah mereka. Sebelumnya kaum Muslim berhasil memperdaya Amru al-Hadrami dan merampas kekayaan yang dibawanya
Perjalanan Pasukan Muslim ke Badar
Rasulullah saw, telah mengetahui pasukan Quraisy telah berada di Badar. Dan memberi koomando kepada para sahabat agar melakukan pengintaian di Kawasan Badar dan mencari niformasi tentang musuh.
Pada saat peperangan itu urusan kota Madinah diwakilkan kepada Abu Salamah bin Abdul Asad Al Makhzumi. Bendera peperangan itu berwarna putih dan dibawa oleh Hamzah bin Abdul muththalib
Setelah selesai merapikan barisan beliau mengeluarkan instruksi kepada pasukannya agar tidak memulai peperangan sebelum menerima perintah terakhir dari beliau. Kemudian, beliau memberikan pengarahan kepada mereka secara khusus tentang persoalan perang. Beliau berkata:
"Apabila mereka mendekati kalian, hujanilah mereka dengan panah. Janganlah kalian menghunuskan pedang sebelum mereka mendatangi kalian."
Kemudian beliau kembali ke lembah ditemani oleh Abu Bakar secara khusus. Sa'ad bin Muadz pun dengan kelompoknya melakukan pengawalan di pintu kemah beliau.
Adapun kaum musyrikin pada hari itu, Abu Jahal meminta keputusan, beliau mengatakan,
"Ya Allah dia telah memutuskan tali persaudaraan dan membawa sesuatu yang tidak kami kenal, maka binasakanlah dia. Ya Allah tolonglah pada hari ini orang yang paling engkau cintai dan paling kau ridhoi di antara kami."
Tentang hal ini Allah berfirman:
Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biar pun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
Surah Al-Anfal (8:19)
Awal pemicu pertempuran
Awal pemicu pertempuran adalah Al Aswad bin Abdul Asad al Makhzumi (orang yang berperangai buruk) keluar dengan mengatakan,
"Aku berjanji kepada Allah aku harus bisa minum dari tempat penampungan air mereka, atau aku harus menghancurkannya, dan aku harus mati karenanya."
Ketika ia keluar ia dihadapi oleh Hamzah bin Abdul Mutholib Setelah bertemu, Hamzah segera menyabetkan pedangnya pada kaki Al Aswad, yaitu pada pertengahan betisnya ketika ia berada di depan penampungan air.
Al-Aswad pun jatuh dan kakinya mengucurkan darah, kemudian berangkat menuju penampungan air sambil memasukinya karena ingin memenuhi sumpahnya. Tetapi Hamzah mengulangi pukulannya pada bagian yang lain, ketika ia berada di dalam penampungan air.
Perang Tanding
Terbunuhnya Al Aswad merupakan pembunuhan pertama yang menyulut api pertempuran. Setelah itu tiga orang dari pasukan Quraisy tampil ke depan semuanya dari satu keluarga yaitu Utbah dan Saibah dua lelaki bersaudara anak Rabi'ah dan Al Walid anak Utbah.
Mereka menantang untuk perang tanding, maka untuk menghadapi mereka tampilah tiga pemuda ansor yaitu Auf dan Muawidz, dua lelaki bersaudara anak Al Haris dan ibunya bernama Afra dan Abdullah bin Rawahah.
Tiga orang dari pasukan musyrikin itu bertanya kepada tiga pemuda anshar itu,
"Siapa kalian?"
Mereka menjawab,
"Sekelompok orang dari kaum Anshar"
Tiga pasukan musyrikin itu berkata,
"Kami tidak butuh kalian, kami menginginkan orang-orang yang sepadan dari kaum kerabat kami sendiri."
Juru bicara mereka kemudian berteriak,
"Hai Muhammad keluarkanlah orang-orang yang sepadan dari kaum kerabat kami sendiri."
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ berkata,
"Bangkitlah hai Ubaidillah bin Al Haris, bangkitlah hai Hamzah dan bangkitlah hai Ali."
Setelah ketiganya bangkit dan menghadapi pasukan-pasukan musyrikin itu, pasukan musyrikin itu bertanya kepada mereka,
"Siapa kalian?"
Setelah dijawab mereka mengatakan
"Kalian orang-orang yang sepadan dengan kami."
Ubaidillah orang yang tertua di antara mereka tampil berperang tanding dengan Utbah bin Rabi'ah, Hamzah melawan Saibah dan Ali melawan Alwalid
Hamzah dan Ali tidak menemui kesulitan untuk membunuh lawannya, Utbah dan kawannya masing-masing berhasil melukai lawannya, kemudian Ali dan Hamzah menyerang Utbah dan berhasil membunuhnya, lalu mengangkut Ubaidah yang terputus kakinya.
Ubaidah senantiasa diam sampai mati syahid di Shafra' setelah empat atau lima hari dari Perang Badar, dan dalam perjalanan pulang menuju Madinah. Ali berkata bahwa ayat berikut ini turun berkenaan dengan mereka yaitu:
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
Surah Al-Hajj (22:19)
Shallu Alan Nabi…!
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد
Lanjut ke bagian 79 ...
Sirah Nabawiyah: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri