Madura, infoDKJ.com | Kamis, 3 April 2025
PERIODE MADINAH
"Tidak akan selamat aku jika Umayyah masih hidup!" demikian tekad kuat Bilal. (Bilal merupakan budak Umayyah yang pernah disiksa).
Akhirnya, Umayyah menerima tantangan Bilal untuk berduel. Keduanya bertarung dengan pedang terhunus. Bilal berhasil menusukkan pedangnya ke celah baju besi Umayyah dan mengalahkannya.
KISAH RASULULLAH ﷺ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد
PERANG TANDING
Perang tanding tersebut merupakan permulaan yang buruk bagi kaum musyrikin. Mereka kehilangan tiga pemimpin sekaligus. Maka meluaplah kemarahan mereka, kemudian menyerang kaum muslimin secara serentak.
Adapun kaum muslimin, setelah meminta pertolongan kepada Rabb mereka, mengikhlaskan niat kepada-Nya, dan merendahkan diri kepada-Nya, mereka menerima serangan dari kaum musyrikin secara bertubi-tubi dengan sikap bertahan. Namun, mereka berhasil memberikan banyak kerugian kepada kaum musyrikin. Mereka meneriakkan kata-kata:
"Ahad, Ahad."
Rasulullah Memohon Pertolongan kepada Rabbnya
Rasulullah ﷺ sendiri, sekembalinya dari mengatur barisan, beliau memohon kepada Rabbnya pertolongan yang telah dijanjikan-Nya. Beliau berkata:
"Wahai Allah, tunaikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepada aku. Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon janji-Mu."
Ketika perang berkecamuk, beliau berdoa:
"Ya Allah, kalau pasukan (kaum muslimin) ini sampai binasa hari ini, Engkau tidak akan disembah lagi (oleh manusia). Wahai Allah, jika Engkau menghendaki, Engkau tidak akan disembah lagi setelah ini."
Beliau bersungguh-sungguh dalam memohon, sehingga kain selendangnya jatuh dari pundaknya. Kain itu kemudian disampirkan kembali oleh Abu Bakar As-Siddiq ke pundak beliau seraya berkata:
"Wahai Rasulullah, cukuplah permohonanmu kepada Rabbmu."
Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat-Nya:
"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka."
(Surah Al-Anfal: 8:12)
Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya secara silih berganti, tidak sekaligus.
JUMAT 17 RAMADHAN
Kaum Muslimin
Jumat, 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah. Kedua pasukan saling mengintai. Rasulullah ﷺ memerintahkan pasukan berkuda di depan dan barisan pemanah berada di belakangnya.
Rasulullah ﷺ memeriksa barisan kaum muslimin. Satu barisan membujur panjang, disusul barisan lainnya di belakang. Suara la ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah berkumandang, membangkitkan semangat jihad. Meskipun dengan jumlah 300 orang, semangat mereka tetap membara.
Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk tidak memulai peperangan sebelum datang perintah darinya:
"Jika mereka mendekati kalian, lepaskan anak panah kalian dan jangan sampai kalian didahului. Jangan terburu-buru menghunus pedang kecuali setelah mereka dekat dengan kalian."
Kaum Kafir Quraisy
Mereka seperti bukit pasir, berjumlah sekitar 1.000 orang, yang datang dengan angkuh dan sombong. Tampak Abu Jahal dikelilingi para penyanyi. Para budak perempuan menari sambil menabuh gendang.
Rasulullah ﷺ memandang ke arah mereka, lalu beliau masuk tenda bersama Abu Bakar, berdoa dengan khusyuk:
"Ya Allah, orang Quraisy telah tiba dengan kecongkakan dan kesombongannya. Mereka telah memusuhi-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, kumohon pertolongan yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakanlah mereka besok hari."
Hal Serupa Dilakukan Abu Jahal
Ia berdoa kepada Allah sesuai permintaan kaum musyrik:
"Ya Allah, apakah kami harus memutuskan hubungan keluarga kami dengan sesuatu yang tidak kami kenal sebelum ini? Ya Allah, siapa yang lebih Engkau cintai dan lebih Engkau ridhoi, maka tolonglah mereka."
Seorang pemuka Quraisy bernama Utbah bin Rabi'ah tiba-tiba berpendapat bahwa berperang sekarang tidak ada gunanya.
Abu Jahal kembali mengamuk. Ia menjuluki Utbah sebagai penakut. Pertengkaran itu terlihat dari jauh oleh Rasulullah ﷺ dan pasukannya. Perlahan, keyakinan mereka akan pertolongan Allah semakin kuat.
Pendapat Utbah dibicarakan secara kilat oleh para pemuka Quraisy. Merasa malu jika mundur setelah berhadapan, para pemimpin Quraisy memutuskan untuk maju bertempur. Apalagi saat itu pasukan Quraisy jauh lebih banyak dengan persenjataan yang jauh lebih kuat.
Seorang penulis sejarah menyebutkan bahwa saat itu, datanglah iblis yang menyerupai wajah Suraqah bin Malik, pemimpin Bani Mudlij, bersama puluhan anak buahnya.
Iblis berkata kepada para pemuka Quraisy:
"Jangan takut memerangi Muhammad dan para sahabatnya. Kalau kamu kalah, kami akan membantumu dari arah belakang!"
Tiba-tiba Malaikat Jibril turun dan mendatangi iblis. Dengan cepat iblis lari. Seketika itu juga, Suraqah gadungan dan anak buahnya melarikan diri. Seorang Quraisy berteriak heran:
"Hendak kemana engkau, hai Suraqah? Bukankah engkau tadi hendak membela kami? Mengapa engkau sekarang hendak pergi dari sini?"
"Sudahlah," jawab iblis gusar.
"Aku melihat sesuatu yang tidak kau lihat!"
Setelah itu, kedua pasukan pun saling berhadapan. Hari itu hari Jumat, tanggal 17 Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Demi Dia yang memegang hidup Muhammad. Setiap orang yang sekarang bertempur dengan tabah, bertahan mati-matian, terus maju dan pantang mundur, lalu ia gugur, Allah akan menempatkannya di dalam surga."
Semangat pasukan pun melambung. Kekuatan iman yang diberikan Allah melebihi kekuatan apa pun.
Shallu 'alan Nabi…!
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد
Berlanjut ke bagian 80 ...
Sirah Nabawiyah: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri